Sunday, 2 December 2018

Mitos Vs Fakta Kucing

Jika Anda tidak pernah memelihara kucing, persepsi yang salah tentang makhluk berkumis itu sering sekali terjadi. Berikut ini 8 mitos kucing yang biasa kita dengar dan fakta kebenarannya.

1. Kucing itu angkuh
Sebagin besar orang berpikir, kucing adalah makhluk yang mandiri dan senang menjaga jarak. Hal itu tidak sepenuhnya salah. Kucing memang lebih sedikit meminta perhatian dibanding anjing. Namun perlu diingat, kucing senang berada di sekitar manusia dan menghabiskan waktu bersama orang yang dia percayai. Kucing tetaplah kucing si raja kecil. Area kekuasaan baginya merupakan isu yang sangat penting. Mereka membutuhkan wilayah atau spot pribadi yang tak boleh diganggu oleh siapapun. Karena alasan itulah mereka jadi terkesan angkuh. Saat tidak ingin dielus atau dipangku, kucing akan berada di ‘lingkaran amannya’ sendiri. Berilah jarak 18 inci (sekitar 45 cm) dari tempat Anda duduk, maka kucing akan merasa nyaman. Anda pun lebih mudah melayani ‘sang raja’.

2. Kucing tidak bisa menyayangi dan tidak butuh disayangi
Kucing tak butuh teman? Itu adalah persepsi yang salah lagi tentang kucing. Kucing memang akan santai-santai saja jika Anda tinggal pergi seharian. Namun jangan terlalu lama meninggalkan kucing kesayangan, karena dia bisa stres dan sakit. Ketika Anda pulang, kucing sudah menunggu dan bersedia menemani Anda sepanjang malam. Namun jangan anggap mereka mau melakukan itu dengan cuma-cuma, mereka meminta ‘bayaran’ khusus. Bayarlah dengan mengajaknya bermain, membelai bulunya, dan memberikan snack kesukaannya.

3. Kucing perlu sering keluar rumah supaya bahagia
Ya, kucing akan penasaran setiap kali pintu rumah terbuka. Kucing memang menyukai petualangan. Namun yang perlu diingat, kehidupan di luar rumah bagi kucing saat ini masih jauh dari kata aman. Dunia di luar rumah penuh dengan kejutan dan kejahatan tak terduga. Manusia penyiksa binatang, lalu lalang kendaraan, bermacam penyakit, virus dan bakteri. Dapatkah kucing kesayangan Anda menghadapi itu semua? Maka meski hidup indoor, jika kucing diajak beraktivitas fisik yang menyenangkan dan penuh tantangan, maka dia tak akan tergoda lagi oleh pintu yang terbuka.


4. Kucing tidak bisa hidup bersama anjing
Kucing musuh anjing dan mereka akan berkelahi saat bertemu, jelas itu mitos yang salah. Mitos yang dipopulerkan dalam film-film kartun. Kucing dan anjing dapat hidup rukun jika mereka dilatih dengan benar. Jangan terburu-buru mengenalkan anjing baru pada kucing senior Anda. Kenalkan mulai dari suara dan baunya dulu supaya kucing bisa beradaptasi dan tidak merasa terancam. Setelah terbiasa dengan kehadiran anjing, kucing dapat menjadi teman yang bisa diandalkan. Mereka berdua bahkan akan berbagi tempat untuk tidur siang, saling grooming dan bermain bersama.


5. Kucing tidak dapat dilatih 
Kucing dapat dilatih dan diajari apa saja, tentu saja dengan cara yang efektif. Cara yang dimaksud adalah dengan memberikan makanan kesukaan tiap kali kucing sukses melakukan latihannya. Kabar baiknya, jika anda mampu melatih kucingnya, artinya sanggup menjalin komunikasi antar spesies. Di kemudian hari ketika ada masalah dengan si kucing, maka lebih mudah menyelesaikannya berkat komunikasi yang ‘nyambung’.

6. Kucing menyebarkan Toxoplasmosis dan wanita yang hamil sebaiknya menjauh dari kucing untuk melindungi bayinya
Tidak benar sama sekali! Jika benar, tentu para Vet perempuan akan cuti hamil selama 9 bulan. Apakah itu mereka lakukan? Tentu tidak. Faktanya Vet perempuan tidak memiliki tingkat kasus toxoplasma yang lebih tinggi dibanding perempuan lain pada umumnya. Mereka mampu melahirkan bayi-bayi yang sehat dan kuat. Saat kucing anda hamil, mintalah orang lain untuk membersihkan litter box. Jika terpaksa harus dibersihkan sendiri, gunakan sarung tangan dan masker. Setelah selesai, cuci tangan dengan sabun antiseptik. Makanlah makanan yang sudah dimasak matang dan cuci bersih buah-buahan serta sayuran yang hendak dikonsumsi.


7. Kucing berbahaya bagi bayi 
Jika cat lovers tidak mengikuti saran orang untuk menjauh dari kucing selama kehamilan, maka saat bayi ada di rumah, sekali lagi orang akan menyarankan untuk ‘membuang’ si kucing dengan alasan untuk keamanan bayi. Stigma ‘kucing pembunuh’ mungkin dimulai dari senangnya kucing berdekatan dengan bayi Anda. Kucing menyukai aroma khas wangi bayi, juga kehangatan tubuhnya. Maka mulailah kucing meringkuk tidur memeluk bayi. Sesungguhnya kucing dapat menjadi teman terbaik bagi tumbuh kembang bayi Anda. Namun, umumnya orang akan menyalahkan kucing jika tiba-tiba bayi Anda sakit. Padahal bukan kucing penyebab sakit si bayi.


8. Kucing memakan rumput dan tanaman saat sakit 
Tidak, kucing kesayangan Anda tidak sakit. Kucing hanya ingin menikmati benda-benda berwarna hijau yang menarik baginya.Kucing menyukai rasa rumput muda dengan tetesan embun diatasnya. Rumput juga membantu pencernaan kucing dan membantu mengeluarkan ‘hair ball’, bulu-bulu yang tertelan dan masuk dalam lambungnya.

Jadi jangan khawatir jika kucing Anda terlihat sedang ‘merumput’. Justru jika kucing anda indoor, sediakan tanaman untuknya. Rumput gandum bisa jadi pilihan yang sehat dan baik

15 Pahala Memelihara Kucing Dalam Islam

Kucing merupakan salah satu hewan lucu dan termasuk dalam hewan yang istimewa di dalam Islam sebab merupakan hewan peliharaan Nabi Muhammad SAW yang sangat disayangi. Banyak orang yang masih merasa takut untuk memelihara kucing karena bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Akan tetapi, semua makhluk yang diciptakan Allah di muka bumi ini tentunya mempunyai kegunaannya masing-masing seperti halnya dengan kucing. Meskipun ada sisi negatif dari hewan lucu ini seperti mencuri ikan di atas meja atau membuang kotoran, namun ternyata kucing juga memiliki keistimewaan dan bagi orang yang memelihara kucing juga akan memperoleh pahala.

1. Menjadi Timbangan Kebaikan Saat Kiamat
Seseorang yang memelihara kucing ataupun binatang lainnya dalam jalan Allah dengan penuh Iman pada Allah dan meyakini akan kebaikan yang diberikan Allah, maka kebaikan yang sudah diberikan pada hewan tersebut, memberi makan hewan tersebut dan bahkan kotorannya, kelak akan ditimbang sebagai kebaikan di hari kiamat.

2. Melatih Sikap Empati
Dengan memelihara kucing, maka akan menjadi latihan sifat empati pada seseorang dan anak kecil yang dalam masa perkembangannya dikelilingi oleh kucing, maka ia juga akan menjadi anak terlatih menjadi berempati dan penuh kasih sayang serta selalu memiliki pertimbangan atas apa yang dilakukan yakni memberikan dampak baik atau dampak buruk.

3. Mendapatkan Rahmat di Hari Kiamat
Seseorang yang menyayangi hewan seperti kucing dan hewan lainnya termasuk hewan sembelihan sekalipun, maka akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT di hari kiamat nanti. “Barangsiapa menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhari)

4. Mendapat Ampunan dan Ridha Allah
Dari Syeikh Dr.Muhammad Luqman dalam syarahnya di kitab Adabul Mufrod menyebutkan jika setiap muslim memang sudah dianjurkan untuk selalu berbuat baik pada semua hewan seperti kucing supaya nantinya bisa mendapat ampunan dan juga ridha dari Allah Ta’ala.

5. Merupakan Sedekah
Umat muslim sangat dianjurkan untuk memelihara, memberi makan dan juga minum pada hewan seperti kucing khususnya saat hewan tersebut sedang lapar dan haus sebab akan jadi berdosa jika harus membuat hewan tersebut menderita. Dengan memelihara kucing tersebut, maka sudah dijadikan sedekah bagi orang tersebut.

“Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuh-an yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah” (Bukhori, Muslim).

6. Dosa Diampuni
Seorang muslim juga sangat disarankan untuk menolong hewan khususnya pada hewan yang menderita termasuk hewan najis seperti anjing. Ini membuat umat muslim tidak memiliki pengecualian untuk menolong binatang seperti kucing dan hewan najis seperti anjing karena tujuannya sangat mulia yakni tidak membiarkan hewan tersebut menderita. Dengan memelihara kucing contohnya, maka perbuatan dosa orang yang menolong hewan tersebut akan diampuni.


7. Tidak Memiliki Banyak Kuman
Seperti yang kita ketahui, hewan kucing tidak menyukai air. Apabila dilihat dari fakta, air merupakan wadah subur bertumbuhnya kuman. Inilah yang menyebabkan seluruh permukaan tubuh kucing tidak memiliki jenis kuman karena kucing merupakan hewan yang takut air. Ini membuat kucing diperbolehkan dipelihara dalam Islam karena tidak memiliki kuman di tubuhnya.

8. Kucing Bukan Hewan Najis
Allah sendiri sudah meniadakan najis pada kucing. Oleh karena itu meskipun kucing sudah memakan sesuatu yang najis seperti bangkai dalam jumlah sedikit ataupun banyak, maka menurut kemutraqan ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kucing tetap bukan hewan yang najis.

9. Melindungi Dari Gigitan Serangga Serta Tikus
Di abad ke-13, sebagai sebuah manifestasi penghargaan masyarakat Islam, rupa kucing dibuat sebagai ukurian cincin khalifah seperti patung, porselen dan bahkan sampai mata uang. Dalam dunia sastra pun, para penyair tidak ragu untuk membuat syair pada kucing peliharaanya yang sudah sangat berjasa untuk melindungi koleksi buku mereka dari tikus dan juga sejenis serangga lainnya.

10. Mempunyai Irama Serupa Dzikir Kalimah Allah
Seorang Sufi yang bernama Ibnu Bashad hidup pada abad ke sepuluh menceritakan jika suatu hari ia dan sahabat – sahabatnya sedang duduk di atas masjid kota Kairo sambil menyantap makan malam. Saat kucing melewatinya, ibu Bashad memberikan sepotong daging pada kucing tersebut, akan tetapi kucing tersebut kembali lagi dan Bashad memberikan potongan daging kedua. Secara diam – diam, ibu Bashad mengikuti kucing tersebut sampai sebuah rumah kumuh dan ia melihat kucing tersebut memberikan sepotong daging tersebut pada kucing lain yang buta kedua matanya. kejadian tersebut menyentuh hatinya sampai ia menjadi seorang sufi sampai meninggal di tahun 1067.

Selain itu, juga terdapat cerita seorang sufi di Iraq bernama Shibli yang bermimpi jika segala dosanya terampuni sesudah ia menyelamatkan kucing dari bahaya. Selain itu juga, kaum sufi juga percaya jika dengkuran nafas kucing mempunyai irama yang serupa dengan szikir kalimah Allah SWT.

11. Kegiatan Yang Disukai Allah SWT
Memelihara hewan peliharaan khususnya kucing dengan cara merawat dan menyayangi kucing tersebut menjadi tanggung jawab dan juga kewajiban kita sebagai majikan. Allah sendiri juga sangat menyukai seseorang yang memiliki rasa kasih dan penyayang pada hewan seperti kucing tersebut.

12. Mendapat Ganjaran Baik dan Syurga
Seseorang yang memelihara kucing juga akan mendapatkan pahala dari Allah berupa syurga sekaligus ganjaran yang baik sebab berarti kita sudah menolong hewan yang sedang menderita karena haus atau lapar tersebut.

13. Air Liur Kucing Adalah Suci
Dalam beberapa hadits. Nabi juga sudah menekankan jika air liur kucing tidaklah najis dan bahkan air bekas minum kucing bisa digunakan untuk widhu sebab kucing dianggap sebagai hewan yang suci. “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

14. Perhiasan Rumah Tangga
Nabi SAW di saat pergi ke Bathhan daerah di Madinah berkata, ““Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Saat Nabi ditanya tentang kejadian itu, maka Beliau menjawab, ““Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

15. Disayangi Penghuni Langit
Di dalam sebuah hadits yang sudah diriwayatkan oleh Musli, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang penyayang maka juga akan disayangi oleh Allah. Sayangilah makhluk Allah yang ada di muka bumi, maka niscaya juga akan disayangi penghuni langit.

Dengan ulasan diatas, maka kita bisa mengetahui jika memelihara kucing bukanlah perbuatan yang tidak ada artinya, akan tetapi akan memberikan banyak pelajaran seperti layaknya ladang bersedekah dan ditambahkan rezeki dan juga sunnahnya Nabi serta Sahabat.

Bahaya Memelihara Kucing dan Cara Mengatasi

Banyak orang sangat menyukai kucing karena terlihat lucu dan manja. Belum lagi ada banyak jenis kucing di dunia, mulai dari kucing domestik Indonesia, ras persia, anggora, himalayan, maincone, rusian blue, american short hair, siamese, norwegian forest dll. Tapi, siapa sangka di balik manis dan imutnya kucing ternyata terdapat bahaya yang juga mengintai jika kamu tak memeliharanya dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa bahaya dari memelihara kucing agar kamu lebih waspada dan tahu bagaimana memelihara kucing yang baik agar terhindar dari bahayanya.

1. Toksoplasma.
Bahaya memelihara kucing yang paling utama dan sangat berbahaya adalah parasit toksoplasma gondi yang merupakan penyebab kemandulan dan cacat pada janin. Tentu saja penyakit ini menakutkan, terutama bagi wanita. Bahkan penyakit ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi. Meskipun toksoplasma penyebarannya berasal dari beberapa faktor, tetapi kucing mempunyai presentase besar dalam penularannya. 

2. Asma.
Penyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan ini juga merupakan bahaya dari memelihara kucing. Sama berbahayanya dengan tokso, gagal nafas pada asma bisa menyebabkan kematian ketika penderita menghirup bulu kucing yang rontok dan mengandung bakteri atau virus. 

3. Radang paru-paru.
Bahaya memelihara kucing yang ketiga adalah radang paru, ini juga masih berhubungan dengan toksoplasma yang menjalar menuju paru menginfeksinya dan menyebabkan radang juga iritasi. Nah, bahayanya terjadi saat paru-paru terinfeksi dan menjadikan oksigen yang diserap paru-paru terhambat sehingga akan kesulitan bernafas dan bisa berujung kematian.

4. Pembesaran Hati (Liver).
Hati adalah organ penting dalam sistem metabolisme tubuh, bahkan merupakan pusat sistem metabolisme paling aktif dalam tubuh kita. Dan lagi-lagi tokso yang menyerang hati dapat menyebabkan kerusakan jaringan sehingga mempengaruhi kerja serta kemampuan hati untuk menguraikan hemoglobin yang bertugas menyaring darah dan racun. Jika berlanjut, hal ini dapat menyebabkan hati bengkak dan rusak. Memelihara kucing juga berbahaya bagi penderita penyakit kuning karena sangat rentan berujung kematian.

5. Rabies.
Mendengar kata rabies ingatan kita langsung tertuju pada anjing, kan? padahal bahaya memelihara kucing salah satunya adalah penyakit rabies. Kucing juga bisa menularkan penyakit ini. Rabies disebabkan oleh virus lissaviruses yang ditularkan oleh kucing melalui cakaran dan air liur.

6. Ringworm.
Ringworm atau lebih dikenal sebagai kurap adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kucing. Kucing yang terserang ringworm kulitnya menjadi berjamur dan akan merontokkan bulunya. Pada manusia yang tertular, akan menyebabkan gatal, rasa panas, pedih juga kemerahan pada kulit yang berbentuk melingkar (ring). Itulah kenapa penyakit ini disebut ringworm. Ringworm pada sebagian kucing disebabkan oleh telur telur cacing yang menginfeksi kulit. Bahaya memelihara kucing ini dapat terjadi jika tak menjaga kebersihan kucing dan kandangnya.

7.Penyakit cakar kucing.
Bahaya memelihara kucing tanpa kita sadari juga membawa penyakit cakar kucing. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bartonella Henselae yang ditularkan kucing kepada manusia melalui cakaran dan gigitannya. Kita mungkin tidak menyadari kebiasaan kita menggendong kucing mengelusnya kemudian lupa untuk membasuh, lalu tangan kita yang terkontaminasi bakteri digunakan untuk mengambil makanan atau mengusap wajah dan mata. Nah, dari sinilah bakteri Bartonella Henselae masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi. Setelah itu akan muncul benjolan kecil selama 10 hari yang disertai demam, mual, pusing, muntah dan radang. Waspadai gelaja tersebut dan segeralah berobat ke dokter.

8. Alergi.
Alergi yang ditimbulkan kucing ini biasanya karena bulu yang rontok dan bertebaran di ruang sekitar kita. Bisa saja di sofa, lantai, bahkan tempat tidur ketika kita membawanya bermain atau tidur bersama. Bulu bulu ini kemudian terhirup nafas dan kemudian menimbulkan reaksi alergi yang oleh tubuh mensintesis histamin dan zat kimia lain yang memicu. Gejala alergi tersebut bermacam macam, seperti bersin, batuk, sesak nafas, gatal gatal dan mata berair.


9. Diare.
Percaya nggak kalau bahaya memelihara kucing kali ini adalah diare? Begitu makanan kita terkena sentuhan kucing atau dijilat lalu makanan itu tanpa sengaja kita konsumsi, bakteri dari kucing segera berpindah dalam perut kita lewat makanan tersebut dan menginfeksi pencernaan. Nah, maka dari itu hati hati untuk menjaga makanan dari jamahan kucing. Tutup rapat atau simpan makanan dengan baik dalam almari.

10.Penyakit infeksi.
Bahaya memelihara kucing yang kesepuluh ini lebih luas lagi akibatnya, yaitu terinfeksinya tubuh yang disebabkan oleh bulu kucing. Gejalanya bisa saja tak tampak secara cepat dan jelas alias kasat mata, bahkan bisa jadi diabaikan oleh sebagian orang. Gejala itu makin lama makin bertumpuk kemudian menjadi penyakit infeksi serius seperti hidrosephalus, demam, memar kulit dan infeksi hati.

Nah, itulah beberapa bahaya memelihara kucing, meski sebagian orang juga mempercayai bahwa kucing tak selalu menularkan penyakit. Pernyataan tersebut memang benar, namun kamu juga perlu memiliki langkah antisipasi agar kucingmu sehat dan tak menularkan penyakit. Cara-cara berikut ini dilakukan untuk mencegah seluruh penyebaran virus atau bakteri pada kucing.

Nah, berikut ini beberapa cara untuk mencegah penularan penyakit kucing pada manusia serta mengatasi bahaya memelihara kucing. 

1. Melakukan perawatan secara berkala pada kucing.
Merawat kebersihan tubuh kucing sangatlah penting agar bebas dari kotoran yang menempel pada bulu, seperti bekas tinja atau juga bekas air kencing dengan cara memandikan paling tidak seminggu sekali, atau mengelap wajah kucing dengan tisu basah setiap hari di area mata, hidung, mulut, juga telapak kaki. Kamu juga bisa memotong kukunya secara berkala dan menyisir bulunya setiap 3 hari sekali. Melalui perawatan ini, kamu akan meminimalisir kerontokan bulu penyebab alergi karena kerontokan bulu pasti akan menyebar ke ruangan, bahkan menempel pada pakaian yang kamu kenakan.

2. Bawalah ke dokter hewan untuk pemeriksaan kesehatan, pemberian vaksin dan juga vitamin.
Perawatan kucing secara teratur sangat menghindarkan kita dari bahaya memelihara kucing. Pemberian vaksin dan vitamin sesuai umur kucing sangatlah penting. Sebagai upaya agar kucing sehat dan pertumbuhannya tak terganggu juga diwajibkan untuk memberi obat cacing. Infeksi cacing pada kucing bisa menular pada manusia lewat telur yang menyebar saat kita menyentuhnya. Beberapa vitamin juga diperlukan bagi pertumbuhan kucing seperti vitamin A D E dan omega 3.

3. Berikanlah makanan yang sehat.
Kucing membutuhkan makanan yang bersih dan sehat untuk kesehatan dan pertumbuhannya. Berikanlah makanan yang berkualitas dan hindari pemberian makanan mentah seperti daging mentah juga ikan mentah. Jangan biarkan pula kucing memakan serangga kecoak dan cicak karena hewan hewan tersebut pembawa bakteri yang akan menginfeksi kucing. Letakkan makanan kucing pada wadah yang bersih dan dicuci setiap kali akan dipakai kembali. Makanan yang tersisa jika tak dibersihkan akan menjadi tempat berkembang biak bakteri yang bisa menyebabkan kucing menjadi mencret. Makanan basah sebaiknya disimpan dalam freezer atau kulkas jika akan digunakan dalam jangka lama.

4. Memberikan perawatan yang ekstra pada bulu kucing.
Tujuan mencegah bahaya memelihara kucing memang haruslah optimal. Tak ketinggalan untuk urusan bulu kucing, selain disisir untuk mengurangi kerontokan kucing juga butuh vitamin bulu yang berfungsi menguatkan bulu, kesehatan kulit kucing, terbebas dari jamur dan scabies. Bahkan ada juga bedak khusus kucing yang dianggap sangat mustajab untuk menjaga bulu kucing dari kerontokan.

5. Pisahkan kandang kucing dari ruang utama dalam rumah kita.
Untuk mencegah bahaya memelihara kucing selanjutnya adalah memberikan kandang yang tepat serta di mana harus meletakkannya. Jauhkan kandang dari kamar tidur, ruang tamu bahkan dapur tempat kita memasak makanan. Kita bisa meletakkan kandang kucing di garasi atau mungkin ada gudang yang kosong atau ruang tersendiri khusus untuk memelihara kucing. Intinya untuk mencegah penyebaran kotoran dan bulu kucing kemana mana. Jangan lupa bersihkan kandang atau tempat tinggal kucing setiap hari, semprot dengan desinfektan sesekali untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Selain tips menjaga agar kucing peliharaan kita sehat dengan cara di atas, ada juga pilihan tips lain yaitu memilih kucing yang sehat untuk dipelihara. Adapun ciri ciri kucing yang baik dan sehat untuk dipelihara adalah hidungnya hangat, sedikit basah berwarna kemerahan tidak pucat, mata bersih terang tanpa noda kemerah merahan dan air mata pada matanya, mulut berwarna merah jambu cerah dan tanpa bekas luka atau noda, telinga bersih dari kotoran, bulunya bersih halus lembut dan bersinar juga hangat, badan terasa hangat, tak panas atau dingin.

Tak sulit bukan untuk mencegah bahaya memelihara kucing ini? Yang jelas kita harus merawat kucing dengan baik dan benar agar kucing tetap sehat dan juga tidak menularkan penyakit. Beberapa orang memang ada juga yang alergi pada bulu kucing meski kucing kita bersih dan sehat.

Nah ada beberapa tips untuk mengatasi alergi bulu kucing, di antaranya dengan minum air lemon segera setelah terkena bulu kucing atau bersentuhan dengan kucing, mengusapkan minyak kayu putih pada kulit yang terasa gatal, membersihkan tangan atau kulit dengan tisue basah sesaat setelah menyentuh kucing atau terkena bulunya.

Demikianlan langkah dan cara untuk mengatasi bahaya memelihara kucing agar terhindar dari penyakit yang ditularkan kucing. Kucing memang menggemaskan tapi ingat ada bahaya yang mengintai dibalik manis dan imutnya kucing, tetapi di balik itu juga ada cara yang tepat agar kucing kita sehat dan tak menularkan penyakit. Pilihan ada di tanganmu mari sayangi kucingmu dengan cara yang tepat.   

Kucing Terpopuler di Indonesia

Tak hanya negara luar saja, ternyata ada beberapa jenis kucing terpopuler di Indonesia karena banyak diminati oleh pecinta kucing indonesia, jenis kucing ini cukup dekat dengan manusia sebagai kucing peliharaan untuk menemani pemilik kucing, maka dari itu kucing-kucing jenis ini lebih sering dirumah ketimbang diluar rumah. Pandangan orang awam atau yang baru mengenal kucing, hewan khususnya kucing yang dapat dipelihara ini cenderung memiliki bulu yang indah dan lebat. Bahkan untuk orang awam sendiri bisa menyebut beberapa jenis kucing yang pernah ia lihat. BErikut ini saya akan membahas tentang beberapa jenis kucing terpopuler di Indonesia. Silahkan disimak!

1. Kucing Persia
Kucing yang satu ini adalah kucing persia yang paling populer di Indonesia. Pecinta kucing sudah pasti tahu tentang jenis kucing persia ini karena kucing persia memiliki bulu yang panjang dengan wajah yang bulat tetapi pendek. Ciri khas lain dari kucing persia yaitu pada bulunya yang tebal dan indah. Kucing persia ini bisa hidup di lingkungan terbuka dan tidak harus dimasukkan kedalam kandang. Akan tetapi anda pasti tidak mau kucing kesayangannya terlantar apalagi sampai kekurangan asupan makanan yang dapat membuat kucing peliharaan jenis persia sakit bila tidak dijaga di dalam kandang.

2. Kucing Anggora
Kucing anggora, nah memang kucing anggora cukup familiar di telinga orang Indonesia. Kucing Anggora ini berasal dari negara Turki dan salah satu kucing ras alami yang cukup tua. Ciri-ciri dari kucing anggora ini bisa dilihat dari bulunya yang cukup panjang dan lebat menggembung. Tidak hanya itu saja, kucing anggora juga memiliki badan yang cukup ramping akan tetapi untuk ukuran badan pasti lebih besar kucing persia dikarenakan kucing anggora bulunya yang panjang-panjang menutupi ukuran badan sebenarnya. Untuk anda yang masih awam dan ingin memelihara kucing, saya sarankan memelihara kucing jenis anggora. Karena penurut dan tidak hanya itu saja kucing anggora senang bermain dan energik. Apalagi saat bermain dengan anak-anak, kucing anggora ini tidak akan melukai anak-anak karena kelembutanya. Namun kucing anggora Turki termasuk kedalam hewan peliharaan dengan harga yang cukup mahal. Maka dari itu jika ingin memelihara kucing anggora di rumah, siap-siap menguras dompet anda, alternatif lain yaitu kucing persia jika tidak bisa memelihara kucing anggora

3. Kucing Maine Coon
Kucing dengan julukan kucing salju karena bulu yang sangat tebal dan anti air ini yaitu kucing maine coon. Kucing Maine Coon memiliki ketahana tubuh yang kuat dan dapat beradaptasi dengan cepat di cuaca yang ekstrim sekalipun. Asal kucing maine coon yang berbulu lebat ini dari Maine, Amerika Serikat dan merupakan nenek moyang dari ras anggora. Kepribadian kucing maine coon ini aktif dan sangat senang berada di dekat pemiliknya. Dibangingkan dengan kucing persia, kucing jenis maine coon ini lebih suka tidur dipangkuan dan senang diajak bermain. Ingin memeliharanya? ingat harga kucing maine coon ini sangat fantastis. untuk umuran 3 bulan saja kucing maine coon di bandrol harga sampai 4-5 Juta, bayangkan saja akan tetapi harga memang membawa rupa dan kucing ini bisa memiliki tubuh raksasa dan merupakan jenis kucing bertubuh besar, umur 6 bulan kucing maine coon ini sama saja dengan umur 1 tahun kucing lainya dalam ukuran tubuhnya.

4. Kucing Kampung
Kucing domestik atau kucing asli indonesia biasa disebut kucing kampung, iya memang kampungan hehe. Kucing jawa ini sangat sering di temukan lingkungan jawa pastinya dimanapun anda berada disitulah kucing kampung berada, tidak hanya dipelihara saja kucing ini akan tetapi ini merupakan kucing liar dan kucing kampung ini bisa beradaptasi dengan baik walaupun tidak dipelihara oleh manusia. Untuk daya tahan tubuhnya jangan diragukan sudah pasti lebih baik dari kucing persia atau anggora karena biasa hidup bebas dimanapun.

5. Kucing Persia Himalaya
Kucing persia himalaya? Iya kucing ini tidak kalah populer di Indonesia. Kucing persia himalaya berasal dari persilangan antara jenis kucing Siamese dengan Persia. Perkawinan silang ini dilakukan untuk mendapatkan kucing seperti persia namun memiliki corak bulu seperti siamese, dan pastinya ciri khas kucing persia himalaya ini dengan muka yang comong atau hitam di sekitar mukanya dan warna putih bulu di badanya sebenarnya tidak putih, namun coklat. Karakteristik kucing himalaya ini yaitu memiliki tubuh besar, gemuk, bulat dan padat. Namun kaki kucing persia himalaya pendek seperti kucing persia, sedangkan kepribadian kucing himalaya ini tidak senang bermalas-malasan, senang diajak bermain serta cukup aktif. Selain itu kepribadian lainya yaitu komunikatif, tenang dan cerdas

6. Kucing Exotic Shorthair
Ada yang tahu Kucing Exotic Shorthair? Nah, pastinya kamu pernah melihatnya difilem Garfield. Kucing dari persilangan antara kucing persia dengan kucing ASH ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Ciri-ciri dari kucing Exotic Shorthair ini yaitu ada pada bagian kepala yang terlihat bulat dengan hidung yang pesek serta hampir mirip dengan kucing persia. Untuk bulunya saja cukup lebat dan lembut seperti selimut. Walaupun terlihat seperti kucing persia, akan tetapi kucing exotic shorthair memiliki kepribadian yang berbeda yaitu lincah, anggun dan aktif. Apabila kamu suka bermain dengan hewan peliharaan, cobalah untuk memelihara kucing Exotic Shorthair karena sifatnya yang suka bermain, pendiam namun selalu ingin tahu yang akan membuat kamu semakin gemas dan sayang dengan kucing lucu ras Exotic Shorthair.

7. Kucing Russian Blue
Kucing russian blue memiliki nama sebelum diganti yaitu kucing Russian Shorthair dan diganti menjadi Russian Blue pada tahun 1934. Karakteristik kucing Russian Blue ini yaitu kucing ini memiliki ukuran tubuh medium, berbulu pendek, dan struktur tulang yang bagus dengna warna bulu yang kebiruan dengan nuansa silver pada seetiap ujung bulu, sehingga terlihat bersinar. Kepribadian kucing russian blue ini sedikit pemalu, apalagi jika bertemu dengan orang asing. Namun kucing ini sangat setia dengan pemiliknya dan kucing ini sangat cerdas serta mandiri.

Nahh, sudah tau kan apa saja jenis kucing terpopuler di Indonesia yang saya bahas, apakah anda ingin memelihara salah satu kucing diatas?  Silahkan saja, asal dirawat dengan baik ya! jangan lupa share artikel ini ya.

Pertanda Kucing Anda akan Mati



Bagi anda yang memiliki hewan peliharaan yang sedang sakit mungkin anda harus tahu apa saja tanda hewan kesayangan anda akan mati agar kita sebagai pemilik kucing setidaknya bisa memberikan perawatan yang maksimal sebelum kematian menjemputnya. Nah, ada beberapa pemilik yang sangat menyayangi hewan peliharaannya bahkan mereka juga tidak tega melihat detik-detik kematian kucing (sakaratul maut) sehingga ia lebih memilih untuk merawat kucing sampai akhirnya mati. Untuk itu simak artikel berikut untuk mengetahui ciri-ciri kucing anda yang akan menjemput kematian. Simak ya!


1. Berbaring terus-terusan

Jika kucing anda sudah mendekati kematianya atau sedang dalam kondisi sakit yang sangat parah maka kucing anda hanya bisa berbaring saja dan tidak bergerak seolah-olah sulit menggerakkan badannya. Nah, itulah salah satu tanda bahwa tubuh kucing anda akan mulai mengeras dan kaku.


2. Kucing Tidak Bersuara

Kucing yang tidak bersuara juga merupakan salah satu tanda ia mendekati kematian, tenaga kucing menjadi sangat lemah yang membuat ia sangat sulit untuk mengeluarkan suara. Ada juga ia mengeluarkan sesekali suara cukup keras dan biasanya karena rasa sakit yang ia alami menjelang kematianya. Namun, jika suaranya semakin mengecil maka kematiannya sudah semakin dekat.


3. Suhu Badan dan Denyut Jantung Turun

Kucing biasanya memiliki suhu tubuh rata-rata 36 derajat celcius dan akan semakin menurun jika sudah mendekati kematian, denyut jantungnya pun juga semakin lama semakin melemah. Untuk denyut jantung biasanya semakin tidak teratur sebelum akhirnya benar-benar tidak berdenyut lagi.


4. Perubahan Karakter

Kalau kucing anda memang sudah terbiasa mudah untuk dipegang, mungkin saja kucing anda mulai berubah dan menjadi pemarah juga tidak mau dipegang karena sedang kesakitan. Ada kasus lain, bisa saja jika kucing anda biasanya mandiri dan sering keluar, sekarang jadi selalu mencari perhatian dan ingin ditemani kamu.


5. Bersembunyi

Kucing yang sudah tahu bahwa ia akan mati. Biasanya si kucing yang sedang sakit akan mulai mencari tempat yang dianggapnya sangat nyaman, kadang bisa sangat jauh dari pemiliknya. jika kucing anda biasa keluar rumah. Kucing akan mencari tempat yang memang benar-benar tidak panas, teduh atau mungkin gelap. Bisa saja di bawah kendaraan, dibawah tanaman, dibawah eternit, di bawah kasur, di bawah kursi, atau bahkan di gudang anda.


6. Pola Makan Berubah

Kucing yang sedang sakit atau bahkan sekarat sampe tidak mau makan dan minum, bahkan sampe diberi makanan kesukaanya pun tetap tidak mau makan. Jika kucing anda mulai tidak mau makan 2-3 kali jadwal makan secara berurutan, cobalah bawa ke dokter untuk diperiksa agar kucing anda tertolong.


7. Perubahan Penampilan

Kucing anda juga bisa berubah wujud menjadi lebih kusut dari biasanya serta tidak punya energi untuk grooming sendiri. Jika kucing anda akan mati, biasanya matanya terlihat seperti buta, artinya dia sedang mengalami kejang-kejang atau sakaratul maut.


8. Kejang-Kejang

Tanda-tanda kucing akan mati lainya yaitu kejang-kejang atau sekarat. Sebagai pecinta kucing sejati ini terlihat sangat menyedihkan jika anda melihat hewan peliharaan anda akan mati, jadikan alasan anda yang kuat untuk mulai mempersiapkan tempat yang aman serta nyaman untuk kucing anda, karena kejang bisa membuat kucing anda terlihat seperti kaku serta tidak nyaman, dan bisa melukai dirinya sendiri tanpa ia sadar. Kejang ini biasanya akan terjadi beberapa jam sebelum kematianya.


9. Nafas Tidak Beraturan

Kucing anda juga bisa kapan saja bernapas secara keras atau sampe berbunyi. Dan ini mungkin terjadi kucing anda membuka mulut serta mengeluarkan lidahnya.Itu salah satu tanda bahwa ia akan mati dengan nafasnya yang sudah tidak beraturan.


10. Menghilangkan Jejak

Tanda lainya kucing kesayangan anda akan mati yaitu pergi tanpa ada yang tahu. Nah ini bisa diketahui lebih awal, maka dari itu anda juga harus siap mental untuk kehilangan hewan peliharaan anda dan pastinya itu sangat membuat anda sedih dan kecewa. Mengucapkan selamat tinggal memang tidak pernah menjadi hal yang mudah untuk kalian pecinta kucing yang memang sudah menemani hari-hari dan menjadi anggota keluarga kalian. Tetapi ini bisa saja merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Jika anda mengetahuinya lebih awal, anda bisa membuatnya lebih nyaman dengan menemani serta mengungkapkan betapa anda menyayanginya, dengan mengelusnya lembut, dan ada disana ketika ajal menjemput kucing kesayangan anda.


Nah, itulah sedikit informasi tentang pertanda bahwa kucing anda akan mati. Sayangi dan peliharalah kucing anda dengan baik. Semoga bermanfaat ya!

Tips Membuat Kucing Anda Ingat Jalan Pulang!

Kucing adalah hewan yang sering bermain keluar atau kehilangan hewan piaraan merupakan pengalaman traumatis bagi seluruh keluarga pecinta kucing dan dapat menyayat hati anak-anak. Secara alami kucing memiliki sifat ingin tahu dan suka melakukan eksplorasi di lingkungan tempat tinggalnya. Kebetulan, hewan piaraan tersebut tidak selalu bisa menemukan jalan pulang. atau tidak ingat tempat dimana dia tinggal. Jangan panik, saya akan berbagi tips agar kucing anda bisa ingat jalan kembali pulang. Yuk, disimak ya!

1. Pahami Sifat Alami Kucing
Bagi anda pecinta hewan menggemaskan satu ini tak perlu khawatir jika hewan peliharaan anda pergi dari rumah, karena kucing anda bisa pulang sendiri. Kucing memiliki kemampuan istimewa untuk tidak tersesat di jalanan. Mereka bisa mengandalkan memory, landmark, navigasi takson, dan mental map, yang sudah mereka miliki sejak lahir.

2. Panggil kucing anda dengan suara lembut
Jangan menganggap kucing akan cepat merespons panggilan anda seperti biasanya. Seekor kucing yang tersesat biasanya sedang dalam keadaan ketakutan, dan mungkin tidak mau meninggalkan tempat persembunyiannya, sekalipun anda yang memanggilnya. Panggil kucing dengan suara yang lembut dan pelan agar kucing tidak semakin takut dan mau kembali ke rumah. 

3. Berhentilah dan Dengarkan Secara Teratur
Seekor kucing yang terjebak, terluka atau kelaparan biasanya akan mengeong. Ketika anda mencarinya sendirian maupun berkelompok, luangkan waktu selama beberapa menit di setiap tempat yang sobat pembaca cari untuk mendengarkan suara meong kucing dengan tenang dan saksama. 

4. Hindarkan Binatang yang Dibenci Kucing di Rumah
Singkirkan binatang lain. Kucing lain di daerah tersebut mungkin saja mengejar kucing anda, terutama jika sang kucing atau sobat pembaca baru saja pindah ke daerah tersebut. Dan bersiaplah untuk memperluas daerah pencarian ketika mencari di tempat terdekat dengan rumah. Jika anda juga memiliki anjing, semangat anjing tersebut dapat menakuti kucing anda selama pencarian. Tetapi jika anjing anda senang mencari sang kucing atau merespons perintah, mungkin ada baiknya membawa anjing tersebut jika anda sendiri tidak dapat menemukan kucing itu. 

5. Bawalah Mainan Kesukaan Kucing
Jika kucing anda memiliki mainan kesukaan yang diikat dengan benang atau tongkat, misalnya mainan berbentuk tikus atau mainan berbulu, bawalah bersama anda ketika melakukan pencarian dan buatlah agar terlihat sangat jelas, seolah anda ingin bermain dengan sang kucing. Hal ini dapat menghilangkan rasa takut dan membuat kucing keluar dari tempat persembunyian.

6. Lakukan Pencarian Lagi pada Malam Hari
Jika anda telah melakukan pencarian selama siang hari, kembalilah dan ulangi langkah-langkah di atas setelah hari gelap ketika keadaan lebih sunyi. Bawalah senter, dan panggil kucing dengan lembut. Kucing yang tersesat kadang lebih mau meninggalkan tempat persembunyiannya di malam hari, ketika mereka dapat berlindung di kegelapan malam.

7. Pahami Tempat Main Kucing di Luar Rumah
Ketika tersesat dan ketakutan, kadang kucing akan berlari ke tempat persembunyian pertama yang dilihatnya. Carilah di tumpukan dedaunan yang lebat, di bawah beranda, di kolong, garasi dan gudang. Mulailah dari tempat kucing menghilang dan perluas daerah pencarian. Periksa juga di saluran pembuangan, di dalam pipa, ventilasi, dan lain-lain untuk bisa menemukan kucing dan membawanya kembali ke rumah.

8. Cari Kucing di Sekitar Rumah
Banyak kucing yang akan bersembunyi dan tetap diam selama beberapa hari sebelum akhirnya merespons panggilan anda. Kembalilah ke tempat yang sama dekat rumah anda dan mintalah seseorang yang paling mungkin direspons oleh sang kucing untuk memanggil kucing tersebut.

9. Periksa di Rumah Tetangga
Datangi setiap rumah dan toko yang berada dalam jarak beberapa rumah dari lokasi kucing terlihat terakhir kalinya. Mintalah izin untuk mencari semua tempat di sekitar bangunan mereka, dan pusatkan perhatian pada tempat-tempat persembunyian yang memungkinkan. Jika ada celah bagi kucing untuk masuk ke dalam bangunan-bangunan tersebut, tanyakan apakah pemilik bangunan mau mencari di dalam bangunan itu. Katakan bahwa anda dapat mencarinya sendiri jika mereka tidak bersedia atau tidak dapat melakukannya.

10. Bujuk Kucing Pulang Jika Bertemu di Jalan
Bujuk kucing agar keluar dari persembunyian atau pulang ke rumah dengan memanggilnya dan menggoyang-goyangkan kotak yang berisi makanannya. Suara kaleng makanan kucing yang dibuka juga mungkin mendapatkan respons, dan jika makanannya memiliki aroma yang sangat kuat, sang kucing mungkin akan merespons baunya. Kucing yang tersesat biasanya waspada terhadap suara yang mendekat, bahkan meskipun terhadap suara yang akrab didengarnya, tetapi hal ini dapat berhasil dilakukan di tengah malam, ketika keadaan lingkungan gelap dan tidak ada orang lain di sekitarnya.Berhenti dan dengarkan apakah ada respons setiap Anda memanggil sang kucing.

11. Tinggalkan Bau yang Akrab bagi Kucing di Pintu Rumah
Kotak tempat kotoran kucing dan/atau mainan yang akrab dimainkan atau mungkin juga selimut, dapat membantu sang kucing mencium baunya dan berada di situ lebih lama ketika datang di malam hari. Jika benda-benda tersebut tidak ada, cobalah meninggalkan kaus yang belum dicuci di luar pintu, yaitu kaus yang sebelumnya anda pakai dan yang bersentuhan langsung dengan kulit.

12. Letakkan Makanan Kucing di Luar
Makanan dengan bau yang kuat, misalnya makanan kucing yang basah, ikan asin, atau hati, dapat menarik perhatian kucing Anda, atau kucing-kucing lain dan hewan-hewan liar lainnya yang dapat menakuti kucing Anda. Hal ini akan menyebabkan binatang-binatang (yang diharapkan adalah kucing Anda) dapat mencium aroma makanan tanpa dapat memakannya, sehingga berada di sekitar pintu rumah Anda lebih lama.

Nah, itulah sedikit informasi  yang dapat saya sajikan, semoga menjadi wawasan berkualitas dan dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari hari. Jangan lupa share artikel untuk berbagi sesama pecinta kucing. 

Friday, 30 November 2018

Fungsi Kumis pada Kucing Anda!

Setiap kucing jenis apapun tentu memiliki kumis ya ? Kucing memang terlihat lebih unik dengan kumis yang dimilikinya, telebih jika memiliki kumis panjang yang lucu, kumis pada kucing selain membuat tampilan wajahnya semakin lucu, ternyata juga memiliki manfaat khusus lho! Salah satunya  untuk pertumbuhan, perkembangan, dan aktifitas hariannya. Sebab itu, kumis kucing adalah salah satu bagian yang sensitif dan tidak boleh sembarangan diperlakukan, misalnya dipotong atau digunakan untuk mainan, hal itu dapat membuat kucing merasa terganggu bahkan beresiko terasa sakit baginya. Nah, agar lebih menghargai kumis yang dimiliki kucing, simak artikel berikut mengenai fungsi kumis kucing

1. Sebagai Alat Navigasi
Fungsi kumis pada setiap kucing adalah salah satu bagian dari tubuh yang sangat penting untuk menavigasi di ruangan atau tempat yang gelap. Lebih panjang dan tebal dari yang lain, rambut rambut pada kumis kucing ini terhubung ke banyak saraf dan membantu navigasi dengan memperjelas penglihatan ketika berada di tempat gelap

2. Mendeteksi Perubahan Arus Udara
Fungsi kumis pada setiap kucingnya sangat sensitif, bisa membantu kucing dalam mendeteksi perubahan arus udara, sehingga kucing dapat menghindari tabrakan dengan obyek dan juga untuk membantu saat berburu karena kucing bisa mendeteksi potensi arah gerak cepat mangsa. 

3. Sebagai Radar di Setiap Tempat yang Dikunjungi
Fungsi kumis pada setiap kucing juga membantu kucing sebagai “radar” untuk menentukan dan menganalisa apakah kucing bisa masuk atau tidak apabila ingin melalui lubang kecil. Secara teoritis, fungsi kumis pada setiap kucing tersebut berukuran hampir sama dengan lebar tubuh kucing. 

Apabila kucing tersebut ingin masuk atau melalui sebuah lubang tanpa harus terlipat, maka pertanda ia bisa masuk. Ketika kucing menusuk kepalanya ke dalam pembukaan lubang, kucing tidak hanya sedang melihat sekitar saja, tapi juga melakukan tes apakah tempat tersebut cocok atau tidak baginya.

4. Sebagai Alat Sensor
Fungsi kumis pada setiap kucing pada semua kucing memiliki fungsi yang sama yakni sebagai mekanisme sensoris yang sangat penting. Kerusakan pada fungsi kumis pada setiap kucing tidak hanya menyebabkan kucing menjadi tidak nyaman, tetapi juga membuat kucing menjadi bingung dan kehilangan arah. 

5. Kumis Kucing Berhubungan dengan Kerja Otak
Fungsi kumis pada setiap kucing terlihat dari folikel yang dikelilingi oleh jaringan otot yang sangat kaya akan sel saraf dan sel sel sensorik. Sel sel saraf pada akar ini terhubung ke area khusus dari otak kucing. Kucing memiliki sekitar 24 fungsi kumis pada setiap kucing yang dapat bergerak, dua belas di kedua sisi hidung, tersusun dalam empat baris dalam suatu pola individual, seperti halnya sidik jari manusia.

6. Untuk Memahami dan Beradaptasi dengan Lingkungan
Fungsi utama dari fungsi kumis pada setiap kucing kucing adalah untuk bekerja sebagai sistem pemindaian (scanning) lingkungan. kucing tidak perlu menyentuh benda. Syaraf di dasar fungsi kumis pada setiap kucing bahkan cukup sensitif untuk mendeteksi gerakan kecil udara yang menggetarkan fungsi kumis pada setiap kucing. Saking sensitifnya, kucing bahkan dapat mendeteksi gerakan udara dalam ruangan, seperti udara yang mengalir di sekitar perabotan, yang memungkinkan kucing tahu ada benda di sana, bahkan ketika keadaan sedang gelap gulita. Oleh karena itu, nama ilmiah untuk fungsi kumis pada setiap kucing kucing adalah ‘vibrissae’ yang mengisyaratkan sensitivitas kucing untuk getaran dalam arus udara.

7. Sebagai Indera Sentuhan
Fungsi kumis pada setiap kucing pada kucing merupakan organ organ halus sebagai indera sentuhan, dan diyakini memiliki sifat sangat sensitif seperti ujung jari manusia. Kucing sensitif terhadap getaran arus di udara. Ketika udara bergerak, fungsi kumis pada setiap kucing akan bergetar, dan kucing mengartikan pesan getaran ini untuk merasakan kehadiran, ukuran dan bentuk benda benda di sekitarnya tanpa melihat atau menyentuhnya.

8. Sebagai Pelindung Mata
Fungsi kumis pada setiap kucing kucing juga membantu melindungi mata, setiap benda yang bersentuhan dengan fungsi kumis pada setiap kucing menyebabkan kelopak mata berkedip. Hal ini penting untuk kucing karena kucing adalah pelihat jarak jauh dan memiliki kesulitan untuk melihat hal-hal yang dekat.

Oleh karena itu, kucing liar di alam akan aktif di malam hari (nokturnal), karena hal ini akan membantu kucing “melihat” lebih jelas pada saat kucing berburu. Karena hal ini pula, kucing yang mengalami kebutaan pada mata kucing akan mengandalkan hampir sepenuhnya pada fungsi kumis pada setiap kucing untuk menentukan arah dan mengetahui benda benda di sekitarnya.

9. Berfungsi dalam Perburuan atau Ketika Memakan Mangsa
Kucing pemburu dapat menggerakkan fungsi kumis pada setiap kucingnya bolak balik untuk mengumpulkan informasi tentang mangsanya. Kucing tersebut dapat menentukan apakah korban masih hidup atau tidak, sehingga kucing

dapat menerapkan gigitan pembunuhan secara akurat, atau sudah aman untuk membawa mangsanya itu, ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa fungsi kumis pada setiap kucing kucing entah bagaimana juga membantu kucing dalam mendeteksi bau.

10. Sebagai Keseimbangan Tubuh
Fakta juga menunjukkan bahwa fungsi kumis pada setiap kucing kucing penting untuk keseimbangan kucing. Tanpa fungsi kumis pada setiap kucing, kucing akan mengalami kesulitan untuk sekedar berjalan lurus apalagi ketika kucing berlari.

Kucing juga cenderung akan salah menilai jarak ketika akan melompat sehingga sering terjatuh serta kadang kadang suka berlari ke arah benda benda dengan tidak terarah. Mengingat pentingnya fungsi kumis pada setiap kucing ini bagi kucing, kucing memiliki semacam mekanisme pertahanan untuk melindungi fungsi kumisnya dari kerusakan.

Ketika kucing sedang marah atau akan berkelahi, fungsi kumis pada setiap kucing akan ditarik masuk untuk menghindari kerusakan akibat perkelahian. Selain itu kucing juga memiliki kemampuan untuk menumbuhkan, ketika fungsi kumis pada setiap kucingnya mengalami kerusakan atau tidak sengaja terpotong, fungsi kumis pada setiap kucing kucing dapat kembali tumbuh asalkan folikel fungsi kumis tidak rusak.

Demikian, artikel mengenai fungsi kumis pada kucing sampaikan, mulai saat ini jangan sembarangan bermain kumis kucing lagi ya, rawat dan jaga baik baik kumis yang ada di kucing peliharaan anda.  Sayangi kucing anda. Terimakasih!

Fungsi Bantalan Halus pada Kaki Kucing

Jika anda memperhatikan dengan cermat, setiap kucing jenis apapun tentu memiliki telapak kaki yang unik, yakni memiliki bantalan halus yang empuk dan membuat kucing hampir tidak terdengar suara langkah kakinya ketika sedang berjalan. Bantalan ini ternyata memiliki fungsi juga lho? bantalan halus ini untuk kelangsungan hidup dalam kesehariannya dan untuk membantu aktifitasnya. Nah, sebab itu bantalan halus di kaki kucing ini harus selalu dijaga yakni dengan rutin membersihkannya tiap kali memandikan serta mencegahnya dari tempat tempat yang berbahaya. Berikut ini saya akan memaparkan Fungsi Bantalan Halus pada Kaki Kucing yang harus sobat ketahui. Simak Ya!
1. Mendeteksi Mangsa
Kucing berjalan dengan cara berjingkat menggunakan bantalan halus di kaki kucing, dari situ kucing bisa merasakan adanya mangsa untuk diburu juga kemungkinan bahaya. Sehingga kucing bisa tahu arah langkah kemana harus mengajar mangsanya. Bantalan halus di kaki juga memberi kucing perasaan aman karena langkah hewan kucing tak bersuara, sehingga mangsa atau pihak lain tak menyadari kedatangan hewan kucing. 

2. Sebagai Alat Keseimbangan
Kucing tidak suka telapak kakinya dimain-mainkan karena bantalan halus di kaki sangat sensitif. Mengandung reseptor saraf untuk menyetel organ sensorik yang membantu dalam perburuan dan menjaga keseimbangan. Melalui reseptor, kucing bia merasakan tekstur, tekanan dan getaran di bantalan kaki kucing, sehingga kucing mampu mengevaluasi keaktifan mangsa. 

3. Alat untuk Merasakan Kondisi Sekitar
Kucing juga sangat menjaga bantalan halus di kaki kucing, karena bantalan kaki itu sanggup melindungi kucing dari kerusakan lingkungan, merasakan sensitifitas suhu, tekanan, dan nyeri. 

4. Alat untuk Memanjat
Salah satu alasan kucing mahir memanjat pohon adalah kaki depan kucing. Bagian depan bantalan halus di kaki kucing yang bisa menekuk ke dalam sehingga cakar kucing efektif manancap pada pohon. Bantalan halus di kaki juga membantu menjaga stabilitas saat memanjat, namun sayangnya saat turun cakar kucing menghadap ke bawah dimana kaki depan cenderung lebih lemah dibanding kaki belakang untuk menahan tubuh. Maka sering kali terjadi kucing bisa manjat, tapi gak bisa turun. 

5. Membantu Pendaratan dari Tempat yang Tinggi
Bantalan halus di kaki mampu melembutkan pendaratan ketika kucing melompat dan saat kucing berjalan di bidang kasar, selain itu juga membantu kucing bergerak cepat sehingga dapat berburu diam diam.

6. Membersihkan Bagian Tubuh yang Sulit
Kucing membersihkan diri dengan menggunakan bantalan halus di kaki sebagai alat untuk menjangkau bagian tubuh yang sulit. Seperti belakang telinga, bawah dagu, leher dan wajah. Hewan kucing awalnya akan menjilati bantalan halus di kaki hewan kucing beberapa kali, lalu menyeka bagian bagian tersebut. Setelah beberapa gesekan, hewan kucing berhenti sejenak untuk mengulangi proses tersebut.

7. Sebagai Sistem Pendingin
Kucing berkeringat di bantalan kaki hewan kucing, sekaligus menjadi sistem pendingin yang membantu menjaga kucing dari pada hari-hari panas, atau saat kucing ketakutan dan stres.

8. Sebagai Kelenjar Bau
Kelenjar bau pada kucing terletak di antara bantalan kaki, aroma tersebut berisi informasi tentang si kucing. Maka saat kucing menggaruk suatu bidang, kucing sekaligus menandai wilayah tersebut dengan menyatakan keberadaan diri melalui bau yang di’tempel’kan melalui bantalan halus di kaki. Bahkan saat buang air pun, kucing tetap menandai dengan menggaruk wilayah sekitarnya.

Telapak kaki kucing tentu berbeda beda ya sobat? Dikarenakan pigmen pembentuk bulu juga memberi warna kulit. Misal kucing hitam cenderung memiliki telapak hitam, kucing orange memiliki telapak pink, dan kucing hitam-putih memiliki warna bantalan halus di kaki berbintik.

9. Sebagai Alat Navigasi
Kucing adalah binatang yang efisien dan penuh perhitungan dalam melangkah. Kucing bisa melakukan menavigasi melalui kaki yang dijinjit. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan makanan yang baik serta mempertahankan kelangsungan hidupnya. Maksudnya adalah ketika kucing berjalan dengan berjinjit, maka kucing akan berpeluang sukses lebih besar untuk mendapatkan buruannya karena kecepatannya lebih tinggi dan langkahnya akan menjadi lebih panjang disamping juga langkah kucing akan lebih senyap sehingga mangsa akan sulit untuk mendeteksi kehadirannya.

10. Sebagai Reseptor
Kucing keberatan apabila kita mengajak bermain dengan menggosok cakarnya. Itu karena bantalan kakinya tersusun dari sebagian besar syaraf reseptor yang sangat sensitif. Organ sensorik tersebut membantu kucing dalam berburu dan menjaga keseimbangan. Karena reseptor ini jugalah memungkinkan kucing bisa merasakan tekstur, tekanan dan juga getaran yang disalurkan melalui bantalan kaki, sehingga bisa mengukur keaktifan serta jarak yang tepat dengan mangsa. Kemampuan yang luar biasa ini tentu ada konsekuensinya. Bantalan kaki yang lembut tersebut tidak didesain cukup kuat untuk melindungi kucing dari bahaya kerusakan karena sangat sensitif terhadap suhu, tekanan, dan nyeri akibat lingkungan yang tidak mendukung, misalnya saja seperti trotoar yang panas, trotoar yang membeku dan permukaan tanah yang kasar.

11. Alat Mengukur Tekanan
Keunggulan lain dari desain cakar kucing ini adalah kemampuannya untuk mereduksi tekanan gaya sehabis meloncat kemudian mendarat  dengan bantalan kakinya yang empuk dan disaat bersamaan juga bisa meredam suara yang ditimbulkan apabila sedang berjalan diatas tanah yang kasar. Hal  ini sangat membantu kucing dalam berburu mangsa secara diam diam.

12. Alat Penyimpan Feromon
Salah satu alasan kenapa kucing menggaruk sebuah objek adalah untuk menandai wilayah kucing dan menyiarkan informasi kepada yang lain tentang siapa dirinya. Disamping meninggalkan bukti visual, pada permukaan yang tergores tersebut juga tersimpan feromon yang dikeluarkan kucing dari kelenjar bau yang terletak di antara bantalan kaki. Aroma ini dikemas satu paket dengan informasi tentang siapa si penggaruk tersebut. Di bantalan kaki belakang kucing juga memiliki kelenjar bau. Terkadang kucing yang lain akan mengikis daerah tersebut dan menggantinya dengan feromon yang baru dengan cara mengencinginya

Demikian, Fungsi bantalan empuk pada kaki kucing, semoga semakin membuat anda menyayangi dan melindungi kucing yang anda pelihara. Kenali dan sayangi hewan kesayangan anda. Terima kasih.

Fungsi Ekor Kucing yang Belum Anda Ketahui!

Apa yang anda fikirkan tentang kucing,ketika mendengar jika ekor kucing ada fungsinya. Ada-ada saja ya? inilah jawaban diri anda sendiri terhadap hewan lucu yang satu ini. Tidak semua orang menyukai kucing, namun tak sedikit pula yang menyukainya. Kucing adalah hewan lucu yang pantas menjadi sahabat dirumah. Asalkan anda bisa memberikan perhatian dan perawatan penuh, maka kucing perlahan akan luluh dan mampu mengikuti apa perintah majikan.

Ada banyak hal dari kucing yang membuatnya tampak lucu dan di gemasi banyak orang. Misalnya adalah kumis, seperti yang pernah di sampaikan dalam artikel Fungsi Kumis Pada Kucing, disana telah di paparkan apa saja fungsi yang perlu anda ketahui. Nah, untuk kali ini adalah mengetahui seperti apa fungsi Ekor pada Kucing. Ekor adalah bagian organ kucing yang mempunyai bentuk memanjang. Jika kucing menggerak-gerakkan semakin lucu.

Meskipun mungkin anda sering menjumpai kucing, namun tidak selalu anda paham dengan fungsi ekornya. Nah, dalam pembahasan kali ini anda harus memahami dan mengetahui fungsi dari ekor pada kucing itu sendiri, sehingga tidak ada lagi rasa penasaran di benak yang selama ini terfikirkan. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari ekor kucing yang sangat penting sekali. Simak ya!

Fungsi Ekor Pada Kucing


1. Sebagai Komunikasi
Bagaimana bisa ekor kucing berfungsi sebagai komunikasi, sementara kucing mempunyai mulut dan tidak bisa bicara. Nah, komunikasi inilah yang di maksud sebagai isyarat komunikasi. Artinya tidak harus dengan suara atau mulut, tetapi hanya dengan ekor saja sang kucing telah memberikan tanda-tanda tertentu.

Misalnya adalah ketika anda sedang memanggil namanya ketika sedang tidur, maka ekornya akan bergerak. Ini tandanya bahwa kucing tersebut merespon panggilan anda. Akan tetapi sang kucing masih ingin menikmati tidurnya sehingga tidak mau mengangkat kepalanya untuk melihat kepada Anda.

2. Sebagai Penghangat
Fungsi lain dari ekor kucing adalah untuk menghangatkan tubuhnya. Ketika keadaan dingin, lihatlah bahwa kucing lebih sering berposisi melingkar dengan ekornya. Semua itu karena ekor kucing sangat berpengaruh pada dirinya di kala 

3. Sebagai Tanda Emosi
Ekor kucing berfungsi juga sebagai tanda bentuk emosi diri. Misalnya yang sering di jumpai adalah, ketika bertemu dengan musuhnya maka ekor kucing akan bergerak dan terlihat mengembang. Ini tandanya bahwa kucing tersebut sangat geram dan ingin bertarung atau bisa juga disebut sebagai tantangan.

4. Bentuk Rasa Takut
Selain sebagai bentuk tanda emosi, ternyata fungsi dari ekor kucing lainnya adalah untuk menandakan bahwa dirinya takut pada sesuatu. Sehingga pada akhirnya kucing menjadi lebih agresif bila merasa takut terus saja di dekati.

5. Sebagai Pelindung Anus
Ekor kucing cukup panjang, dan fungsinya untuk melindungi anus kucing. Pasalnya hewan bukan mempunyai tubuh selayaknya manusia yang berdiri. Akan tetapi hewan, khususnya berkaki empat selalu berjalan dengan semua kakinya. Intinya yakni anus kucing akan terlihat begitu saja jika tanpa adanya ekor. Lalu, dengan tidak adanya ekor maka kucing akan lebih sering terluka. Karena tanpa ekor maka anus tersebut terus tergesek di tanah. Padahal kucing selalu mengguling-gulingkan tubuhnya di tanah.

6. Sebagai Tanda Sayang
Kucing ternyata mempunyai sifat penuh kasih, apalagi jika sudah mengenal majikannya secara dalam. Jika sang majikan penuh perhatian dan kasih sayang, maka sebaliknya kucing akan melakukan hal yang sama. Misalnya ketika tidur, kucing selalu membangunkan  sang majikan dengan ekornya tersebut. Nah inilah fungsi lain dari ekornya, caranya dengan mengusapkan ekor pada tubuh atau wajah sang majikan. 

7. Sebagai Penyeimbang
Ekor pada kucing berfungsi juga sebagai penyeimbang, sama seperti fungsi ekor hewan yang lainnya berkaki empat. Ekor penyeimbang pada saat kucing akan memanjat pohon, memanjat di atas lemari, kursi, atau tempat di mana saja yang mana kucing ingin berpindah tempat. Oleh sebab itu, ekor sangat penting untuk kucing, terutama kucing liar untuk berpetualang di alam yang bebas.

8. Untuk Pertahanan Diri
Ekor kucing pada dasarnya bagian yang paling menonjol adalah melindungi diri. Pertahanan diri bagi kucing adalah menggunakan ekornya ketika berhadapan dengan musuhnya. Entah bagaimana caranya, ekor akan tetap berguna bagi kucing. 

Memang variatif sekali fungsi dan peran ekor yang di miliki oleh kucing. Ekor adalah bagian yang banyak menimbulkan tanda tanya besar perihal fungsinya. Kucing memang bisa menciptakan suasana panas menjadi lebih dingin. Apalagi saat kucing telah di latih menjadi hewan yang pandai. Tidak sedikit orang sengaja merawat kucing agar bisa cerdas dari yang di bayangkan saja.

Faktanya memang bukan langkah mudah agar kucing bisa benar-benar bisa mematuhi perintah yang majikan berikan. Namun yang pasti ketika kucing telah lama hidup dengan anda, secara jelas atau hanya tersirat sudah dapat di rasakan oleh sang majikan bahwa peliharannya sangat penurut.

Nah, itulah  Fungsi Ekor Pada Kucing yang dapat Anda kenali sehingga bisa disebut sebagai pecinta kucing sejati atau pemilik yang baik sebab mengenali setiap tanda maupun bagian tubuh dari Kucing. Bagi anda yang ingin memelihara kucing, pastikan kesehatannya juga mulai dari ujung kepala hingga ekornya. Sekian Dulu ya!

Cara Jitu untuk Induk Kucing Agar Mau Menyusui Anaknya!

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang sangat familiar terhadap majikannya. Anda pasti sering menjumpainya di manapun, di pasar, kampung, kota, atau lingkungan sekitar. Meski kucing merupakan hewan lucu, ternyata tidak semua orang suka kucing. Tetapi masih ada orang-orang yang benar-benar tulus mencintai hewan satu ini dengan sepenuh hati.

Nah, bagi anda sebagai pecinta kucing sejati pastinya anda ingin yang terbaik untuk totalitasnya. Pernahkah anda menjumpai indukan yang tidak mau menyusui anaknya? Sangat di sayangkan tentunya, dan anda selalu ingin berbuat manis kepada sang kucing baik indukan maupun anaknya. Melihat sikap yang seperti ini lantas apa yang bisa di perbuat? Mungkin Anda perlu tau mengenai cara agar Induk Kucing mau menyusui Anaknya berikut.

Saya akan memberikan sedikit informasi tentang hal-hal yang menjadi cara supaya Induk Kucing mau menyusui Anaknya. Sehingga anda tidak perlu cemas bagaimana dalam menemukan solusi yang tepat. Memang, kadangkala melihat kelakuan sang induk tidak pernah bisa di sangka. Namun bukan tanpa alasan para indukan membiarkan anaknya begitu saja. Berikut berbagai cara yang perlu Anda perhatikan. Simak ya!

1. Hindari Menyentuh Anak Kucing Langsung
Salah satu yang menarik dari penyebab mengapa kucing tidak mau menyusui anaknya adalah tangan manusia. Dalam usia yang masih sangat kecil, banyak orang menyarankan agar anakan kucing tidak di sentuh terlebih dahulu oleh manusia. Semua ini dengan alasan agar supaya anakan tersebut tetap alami, tidak tercampur apapun.

Masalahnya, ketika tangan manusia telah menyentuh anakan kucing tersebut, sang induk akan mencium aroma berbeda pada tubuh anaknya. Masalah yang akan timbul, indukan tidak mau menyusui anak lantaran merasa asing dengan aromanya. Oleh karena itu Anda perlu menghindari menyentuhnya secara langsung, kalau perlu Anda bisa menggunakan alas ketika memegangnya, entah itu kain atau memakai sarung tangan.

2. Jangan di Beri Parfum
Selain tidak boleh di sentuh, jangan pula sesekali anda menggunakan parfum untuk menyemprot tubuh sang anak kucing. Ada sebagian orang (pecinta kucing) yang ingin membuat kesayangan mereka tampil berbeda. Apapun akan di lakukan sebagai bentuk perawatan. Salah satunya yang sering di jumpai yakni dengan menyemprotkan parfum untuk menciptakan aroma baru. Ini salah sekali, sangat di salahkan. Mengapa?

Karena kasus ini mirip seperti pada poin pertama, ketika sang anak menimbulkan aroma baru maka indukan akan merasa bahwa anaknya tersebut bukan anaknya. Sehingga jangan terkejut jika induk meninggalkan anaknya. Usahakan jangan memberikan apa-apa selama masih dalam usia yang belum bisa di sapih.

3. Periksa Kesehatan Menggunakan Sarung Tangan Baru
Dengan menggunakan sarung tangan, periksalah keadaan anak kucing apakah sehat atau sedang sakit. Tentu tanda-tandanya akan terlihat, lebih lemas dan pucat. Jika sudah seperti ini masukkan ke dalam kandang dan bawalah ke dokter. Tujuan ini memastikan kucing anda tidak sedang mengidap penyakit mastitis.

Mungkin juga dengan alasan lain mengapa kucing tidak mau menyusui anaknya, yakni karena anak tersebut mengidap penyakit mastitis. Penyakit mastitis adalah gejala yang menimbulkan puting susu lebih mengeras dan kaku. Hasilnya akan membengkak, dan sang induk akan meninggalkan anaknya tersebut.

4. Bantu Anak Kucing Menemukan Puting Induk
Entah bisa melihat atau tidak, bantulah anak kucing untuk menemukan puting induknya. Anak kucing yang terlahir dengan masalah penglihatan akan terlihat kesulitan mencari susu induknya. Memang tidak bisa di prediksi apakah indukan kucing bisa menerima dengan sepenuh hati jika melihat anaknya mengalami cacat fisik.

Tetapi hal inilah yang sering terjadi, dimana indukan meninggalkan sang anak lantaran cacat seperti buta. Anak kucing yang mengalami kebutaan akan kesulitan mencari susu dari sang induk. Hal ini sangat mudah di rasakan oleh induknya dan membuat indukan meninggalkan anaknya. 

5. Ada Masalah Genetik
Masalah genetik bisa menjadi pemicu bagi sang induk untuk tidak menyusui anaknya. Bisa jadi karena hal ini sang induk tidak mau menyusui anaknya dan meninggalkannya. Masalah genetik yang di maksudkan datang sejak lahir seperti keadaan tubuh berbeda dari yang lain seperti kurus, kering dan lemas.

Cara mengatasinya adalah dengan menjaga sang induk pada saat menyusui agar anda bisa memastikan anakan yang sedang mengalami faktor genetik tersebut bisa mendapat jatah susu. Minimal dengan keberadaan anda, bisa selalu membantu anak kucing tersebut.

6. Berikan Vaksin
Vaksin di berikan kepada sang anak kucing untuk memastikan kesehatannya. Tetapi jangan sampai lupa untuk selalu menggunakan sarung tangan untuk menyentuh atau menggendongnya. Anak kucing yang tengah sakit memang kebanyakan akan terabaikan oleh induknya. Di mungkinkan karena sang induk takut bisa saja menular pada yang lain. Contoh kasus yang seperti ini memang telah banyak terjadi. 

7. Jangan Mengkawinkan di Usia Muda
Ada prosedur dalam mengkawinkan kucing, dimana harus satu tahun usia sebagai minimumnya. Akan tetapi terkadang kelengahan pemilik membiarkan kucing lepas dari rumah dan hamil. Nantinya yang akan terjadi adalah, induk melahirkan dalam usia yang masih muda dan tidak mau menyusui anaknya. Nah, cara untuk membuat induk mau menyusui anaknya adalah dengan mengkawinkan pada usia matang.

8. Beri Gizi Terbaik Pada Induk
Memelihara kucing maka jangan lupa serta anda untuk selalu mengontrol makanannya. Pastikan anda teratur dalam memberikan makanan serta tambahan gizi yang seimbang. Induk kucing yang kurang gizi akan keberatan atau tidak siap untuk menyusui anaknya. Mungkin saja karena sang induk belum terisi oleh makanan, tidak memenuhi gizi seimbang sehingga air susunya tidak berisi dan enggan untuk menyusukan pada sang anak.

Mencintai kucing sama berarti anda harus merawat dengan sepenuh hati. Pecinta kucing tidak pernah memandang apapun mulai dari ras dan keadaan kucing yang bagaimanapun. Melihat sang induk yang tidak mau menyusui anaknya, anda harus siaga dalam menyediakan alat pembantu untuk anak kucing. Jadi, apabila induk kucing tidak mau menyusui anaknya anda bisa mengatasi dengan memberikan susu lain.

Nah, Itulah cara agar Induk Kucing mau menyusui Anaknya, lakukan yang terbaik untuk kucing anda. Memberikan perawatan terbaik sudah menjadi kewajiban sang pemilik. Selamat mecoba!

Mitos Vs Fakta Kucing

Jika Anda tidak pernah memelihara kucing, persepsi yang salah tentang makhluk berkumis itu sering sekali terjadi. Berikut ini 8 mitos kucin...